Keputihan Yang Tidak Normal

Keputihan adalah semua pengeluaran cairan alat genitalia yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri, tetapi merupakan manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan. Oleh karena itu, penyebab utama keputihan harus di cari dengan melakukan anamnesa (wawancara), pemeriksaan kandungan, dan pemeriksaan laboratorium.

 

Anamnes keputihan (beser putih)
- Sejak kapan terjadniya
- Bagaimana hubungannya dengan menstruasi
- Apakah disertai gatal
- Apakah berbau
- Apakah disertai gumpalan
- Apakah bercampur darah
- Apakah disertai badan panas
- Apakah disertai nyeri dibagian bawah
- Apakah disertai kontak berdarah
- Apakah sedang hamil
- Pada kemungkinan benda asing dalam vagina

Keputihan fisiologis dijumpai pada keadaan menjelang menstruasi, pada saat keinginan seks meningkat, dan pada waktu hamil. Keputihan bukan penyakit, tetapi gejala dari berbagai penyakit sehingga memerlukan tindak lanjut untuk menegakkan diagnosis melalui :

  1. Pemeriksaan inspekulo
    Pemeriksaan spekulum untuk mencari penyebab keputihan: darimana asal keputihan, bagaimana dengan dinding vagina, bagaimana mulut rahim (portio)
  2. Pemeriksaan laboratorium
    Penyebab keputihan adalah infeksi, benda asing, dan keganasan.

Dengan demikian pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan infeksi (trikomonas, kandida albikan,bakteri, spesifik) dan Pap Smear untuk kemungkinan keganasan. Perlu pembinaan kerja sama antara bidan dengan psukesmas agar dapat memberi pelayanan dan pengayoman medis yang lebih bermutu dan menyeluruh.

Keputihan dan Cara Mengatasinya

Salah satu infeksi jamur yang sering diderita kaum hawa adalah vaginitis, atau vaginitis candidiasis. Penyakit ini merupakan iritasi atau peradangan di vagina dan jaringan di mulut vagina (vulva), dimana dihasilkan cairan yang tidak wajar dan pasien merasa sangat tidak nyaman karena gatal atau nyeri. Kondisi ini juga sering siebut keputihan.

Jika anda menderita kandidiasis. Anda tidak sendiri. Sekitar 2 dari 4 perempuan pernah mengalami infeksi jamur. Beberapa bahkan mengalami hingga berulang kali. Kandidiasis bukan merupakan penyakit menular seksual, meskipun jamur yang menjadi penyebabnya bisa menyebar atau disebarkan melalui kontak saat berhubungan seksual.

Pengobatan untuk kandidiasis ini umumnya efektif, kecuali anda seirng mengalami kekambuhan misalnya lebih dari empat kali dalam setahun. Jika demikian kemungkinan terapi harus lebih lama dengan obat yang berbeda. Sebelum mencari pertolongan ke dokter kenali gejala dan cara pencegahan kandidiasis.

Gejala kandidiasis bisa ringan atau berat, yaitu :

  • Gatal dan kemerahan (iritasi) di mulut vagina (vulva)
  • Rasa seperti terbakar di vagina terutama saat berhubungan seksual atau berkemih
  • Kemerahan dan bengkak di vulva
  • Nyeri di vagina
  • Keluar cairan (duh) vagina yang tebal, berwarna putih dan tidak berbau.

Sebaiknya pemeriksaan ke dokter dilakukan saat :

  • Jika anda mengalami kandidiasis vagina pertama kali
  • Anda tidak yakin mengalami infeksi jamur.
  • Gejala keputihan tidak hilang setelah diobati sendiri dengan obat antijamur di apotek.

Agar terhindar dari infeksi jamur di vagina lakukan tindakan berikut :

  • Jangan lakukan clouching, yaitu penggunaan bahan-bahan khusus untuk membersihkan vagina.
  • Sebaiknya tidak menggunakan tampon atau pembalut setiap hari dan jangan gunakan penyemprot pembersih vagina.
  • Pilih pakaian dalam berbahan katun yang lembut dan tidak terlalu ketat
  • Ganti pakaian dalam yang basah atau baju renang sesegera mungkin.

Keputihan Yang Tidak Normal

Keputihan sebenarnya adalah suatu mekanisme keluarnya cairan dari vagina selain menstruasi.  Sebagian besar wanita tentu pernah mengalami  keputihan dan keputihan itu seringkali menimbulkan ketakutan yang sebenarnya tidak perlu pada seorang remaja. Ketakutan tersebut biasanya timbul karena menghubung-hubungkan keputihan dengan penyakiy-penyakit tertentu. Padahal keputihan bisa terjadi disebabkan oleh faktor-faktor fisiologis yang sebenarnya normal pada seorang wanita.

Keputihan yang disebabkan oleh faktor-faktor fisiologis ini biasanya terjadi saat wanita berada dalam kondisi tertentu, misalnya kelelahan, stres, maupun saat mendapat rangsangan seksual. Dalam kondisi tersebut, kelenjar bartolini yang berada pada vagina akan bekerja lebih aktif sehingga menimbulkan terjadinya keputihan.

Sebenarnya keputihan memang ada dua macam, yaitu keputihan normal yang disebabkan oleh faktor-faktor fisiologis dan keputihan tidak normal yang disebabkan oleh faktor patologis. Pada keputihan yang tidak normal biasanya akan mucnul keluhan-keluhan seperti adanya rasa gatal yang  berlebihan, munculnya bau-bau tak sedap, dan adanya perubahan warna cairan yang pada awalnya berwarna putih bening berubah menjadi lebih keruh, bahkan bisa berlanjut menjadi kekuningan dan kehijauan. Jika sudah terjadi perubahan warna maka keputihan ini telah menjadi suatu infeksi dan bisa sangat berbahaya. Oleh sebab itu, keputihan seperti itu harus cepat-cepat diatasi agar tidak terjadi gangguan di kemudian hari.

Perlu diingat, penggunaan obat untuk mengatasi keputihan harus sesuai dengan penyebab dari keputihan tersebut. Misalnya keputihan yang disebabkan oleh jamur, tentu harus diobati dengan obat keputihan oleh jamur. Jika keputihan terjadi karena jamur tetapi diobati dengan obat keputihan oleh virus misalnya, bukannya sembuh justru dapat menimbulkan masalah yang lebih serius lagi yang harus diwaspadai oleh seorang wanita mengenai keputihan. Keputihan yang berlangsung dalam waktu lama dapat mengganggu organ-organ kewanitaan dan jika dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan terjadinya salah satu faktor kemandulan. Oleh sebab itu, keputihan yang tidak normal sebaiknya segera disembuhkan.

Tips Mencegah Keputihan Pada Wanita

Bila anda menderita keputihan baik keputihan fisiologis (respons tubuh secara normal) maupun keputihan patologis (bukan respons tubuh secara normal), segeralah untuk mengambil tindakan pencegahannya.

Adapun cara untuk mencegah keputihan adalah sebagai berikut :

  • Mandilah secara teratur dengan menggunakan sabun yang sesuai dengan jenis kulit. Bersihkan dengan intens daerah pangkal paha dan lajutkan dengan mencuci area genital arah depan ke belakang.
  •  Hindari penggunaan vaginal douche (cairan pembersih), karena bis amengubah pH vagina. Bersihgkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH disekitar vagina. Disarankan agar pembersih yang anda gunakan terbuat dari bahan susu. Karena pembersih ini mampu menjaga keseimbangan pH, meningkatkan pertumbuhan flora normal, serta menekan pertumbuhan bakteri.
  • Pakailah celana dalam yang berbahan katun dan ganti celana setiap hari.
  • Gunakan celana dalam yang kering. Seandainya celana dalam basah atau lembab, maka segeralah ganti dengan yang bersih dan belum dipakai.
  • Jangan mengenakan celana jeans yang ketat. Karena ini akan merapatkan pori-pori. Sebaiknya anda mengenakan rok atau celana bahan non jeans yang mempermudahkan sirkulasi udara disekitar organ intim.
  • Gunakan panty liner sewaktu bepergian dan lepaskan sepulang dirumah.
  • Jangan memakai sesuatu yang bisa mengiritasi vagina, seperti sabun berparfum, parfum, deodorant, spray atau bedak pengarum.
  • Saat menstruasi, ganti pembalut sesering mungkin.
  • Konsumsi vitamin C 500 mg 2 x1 hari untuk meningkatkan asiditas vagina.

Keputihan Pada Wanita Muda

Menjadi cantik luar dan dalam pastinya didambakan oleh setiap wanita. Salah satu masalah kesehatan reproduksi wanita yang sering dikeluhkan adalah keputihan yang tak jarang sangat mengganggu hingga menyebabkan ketidaknyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Keputihan (leukorrhea, vaginal discharge) adalah keluarnya sekret atau cairan dari vagina. Sekret tersebut dapat bervariasi dalam konsistensi, warna, dan bau. Keputihan dapat merupakan suatu keadaan normal (fisiologis) atau sebagai tanda dari adanya suatu penyakit (patologis). Keputihan yang normal biasanya tidak berwarna atau bening, tidak berbau, tidak berlebihan dan tidak menimbulkan keluhan. Sedangkan keputihan yang tidak normal biasanya berwarna kuning atau hijau ke abu-abuan, berbau amis atau busuk, jumlah banyak menimbulkan keluhan seperti gatal dan rasa terbakar pada daerah intim.

Vagina memiliki mekanisme perlindungan terhadap infeksi. Kelenjar pada vagina dan serviks atau leher rahim menghasilkan sekret yang berfungsi sebagai sistem perlindungan alami dan sebagai lubrikan mengurangi gesekan dinding vagina saat berjalan dan saat berhubungan seksual. Jumlah sekret yang dihasilkan tergantung dari masing-masing wanita. Dalam keadaan normal, kadang jumlah sekret meningkat seperti sedang menjelang ovulasi, stres emosional dan saat terangsang secara seksual.

Penyebab Keputihan Abnormal

Kebersihan organ intim harus terjaga dengan baik. Apabila tidak terawat dengan baik tentunya akan menimbulkan masalah yang seringkali ditandai dengan keluarnya keputihan.

Keputihan abnormal tentu amat mengganggu kehidupan seksual wanita.

Pada dasarnya keputihan adalah keluarnya cairan yang berlebihan dari vagina. Kadang-kadang disertai oleh rasa gatal, terbakar di bibir vagina, atau kerap juga disertai bau busuk dan rasa nyeri waktu berkemih atau senggama. Dalam keadaan tidak normal cairan tersebut dapat berubah menjadi kental, berwarna putih, kekuningan, keabuan sampai kehijauan.

Baunya juga berbeda-beda, dapat tanpa bau atau berbau seperti telur busuk atau anyir seperti ikan mentah.

Perubahan dalam keseimbangan bakteri dalam vagina bisa mempengaruhi warna, bau dan juga tekstur dari keputihan. Berikut ini ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan perubahan keseimbangan bakteri maupun kadar (pH) asam vagina:

  1. Penggunaan antibiotik maupun streoid cukup lama sehingga menyebabkan bakteri “baik” penjaga pH vagina mati dan jamur tumbuh subur.
  2. Vaginosis bakterial, merupakan infeksi bakteri yang sering terjadi pada wanita hamil ataupun pada wanita yang memiliki banyak pasangan seksual.
  3. Pemakaian pil KB karena keseimbangan hormon terpengaruh dan terjadi ketidakseimbangan pH.
  4. Kanker serviks.
  5. Klamidia, gonorea, yang merupakan infeksi menular seksual.
  6. Diabetes tidak terkontrol sehingga kadar gula yang tinggi menyebabkan adanya gula dalam urin dan darah dan mengakibatkan bakteri tumbuh subur.
  7. Penggunaan sabun pencuci vagina karena mengganggu keseimbangan pH vagina.
  8. Infeksi panggul setelah operasi.
  9. Penyakit radang panggul.
  10. Trikomoniasis, infeksi parasit yang biasanya dikarenakan hubungan seks yang tidak aman.
  11. Atrofi vagina, penipisan dan kekeringan dinding vagina karena menopause.
  12. Vaginitis, merupakan kondisi peradangan dan iritasi sekitar vagina.
  13. Infeksi jamur.

Keputihan pada Wanita

Masalah keputihan adalah masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani.

Keputihan atau Fluor Albus merupakan suatu kondisi dimana cairan yang berlebihan keluar dari vagina. Keputihan dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan abnormal (patologis). Keputihan yang bukan merupakan penyakit (fisiologis) dapat saja terjadi pada setiap cewek. Biasanya cairan yang keluar bening, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak gatal. Cairan keputihan ini jumlahnya bisa sedikit atau cukup banyak, terjadi sebelum dan sesudah menstruasi, pada saat terangsang secara seksual atau ketika sedang stress. Terkadang juga kita yang remaja mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.

Namun jika cairan yang keluar dari vagina sudah tidak bening, berwarna putih kekuningan, keabuan sampai kehijauan, kental, berbau seperti telur busuk atau anyir, gatal dan jumlahnya lebih banyak, besar kemungkinan keputihan tersebut sudah tidak normal. Beberapa penyebab keputihan yang tidak normal disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Jika tidak segera ditangani infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Keputihan dapat dicegah dengan cara :          

  • Menjaga kebersihan genitalia, membersihkan vagina dengan air bersih yang mengalir dengan cara mengusap dari depan ke belakang.
  • Minimalisir penggunaan sabun antiseptik karena dapat menggangu keseimbangan pH vagina.
  • Mengganti pembalut tepat waktu minimal 3 kali sehari.
  • Memilih pakaian dalam yang tepat, memakai celana yang yang tidak ketat dan menyerap keringat.
  • Menghindarkan faktor risiko infeksi seperti berganti-ganti pasangan seksual, serta pemeriksaan ginekologi secara teratur.

Keputihan sebaiknya diobati sejak dini, begitu timbul gejala. Karena keputihan kalau sudah kronis dan berlangsung lama akan lebih susah diobati. Selain itu kalau keputihan yang dibiarkan bisa merembet ke rongga rahim kemudian kesaluran indung telur dan sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga panggul. Tidak jarang wanita yang menderita keputihan yang kronis (bertahun-tahun) bisa menjadi mandul bahkan bisa berakibat kematian.