Keputihan dan Cara Mengatasinya

Salah satu infeksi jamur yang sering diderita kaum hawa adalah vaginitis, atau vaginitis candidiasis. Penyakit ini merupakan iritasi atau peradangan di vagina dan jaringan di mulut vagina (vulva), dimana dihasilkan cairan yang tidak wajar dan pasien merasa sangat tidak nyaman karena gatal atau nyeri. Kondisi ini juga sering siebut keputihan.

Jika anda menderita kandidiasis. Anda tidak sendiri. Sekitar 2 dari 4 perempuan pernah mengalami infeksi jamur. Beberapa bahkan mengalami hingga berulang kali. Kandidiasis bukan merupakan penyakit menular seksual, meskipun jamur yang menjadi penyebabnya bisa menyebar atau disebarkan melalui kontak saat berhubungan seksual.

Pengobatan untuk kandidiasis ini umumnya efektif, kecuali anda seirng mengalami kekambuhan misalnya lebih dari empat kali dalam setahun. Jika demikian kemungkinan terapi harus lebih lama dengan obat yang berbeda. Sebelum mencari pertolongan ke dokter kenali gejala dan cara pencegahan kandidiasis.

Gejala kandidiasis bisa ringan atau berat, yaitu :

  • Gatal dan kemerahan (iritasi) di mulut vagina (vulva)
  • Rasa seperti terbakar di vagina terutama saat berhubungan seksual atau berkemih
  • Kemerahan dan bengkak di vulva
  • Nyeri di vagina
  • Keluar cairan (duh) vagina yang tebal, berwarna putih dan tidak berbau.

Sebaiknya pemeriksaan ke dokter dilakukan saat :

  • Jika anda mengalami kandidiasis vagina pertama kali
  • Anda tidak yakin mengalami infeksi jamur.
  • Gejala keputihan tidak hilang setelah diobati sendiri dengan obat antijamur di apotek.

Agar terhindar dari infeksi jamur di vagina lakukan tindakan berikut :

  • Jangan lakukan clouching, yaitu penggunaan bahan-bahan khusus untuk membersihkan vagina.
  • Sebaiknya tidak menggunakan tampon atau pembalut setiap hari dan jangan gunakan penyemprot pembersih vagina.
  • Pilih pakaian dalam berbahan katun yang lembut dan tidak terlalu ketat
  • Ganti pakaian dalam yang basah atau baju renang sesegera mungkin.

Leave a Reply